Menanamkan Kasih Sayang dalam Pendidikan: Sosialisasi dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MAK Unggulan Informatika

Jakarta – Dalam upaya mewujudkan transformasi karakter peserta didik yang lebih humanis dan religius, Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Unggulan Informatika (MAK UI) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Acara berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Ruang Polmed MAK UI, mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Yun Yun Yunadi, Lc., selaku Pengawas Madrasah Jakarta, yang memberikan pendalaman mengenai esensi dan teknis penerapan KBC di lingkungan madrasah. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah (Kamad) MAK UI, Andya Pratama, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya paradigma baru dalam dunia pendidikan yang tidak hanya mengejar aspek kognitif, tetapi juga menyentuh kedalaman nurani. Apa itu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)? Kurikulum Berbasis Cinta adalah pendekatan pendidikan inovatif yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI. Pendekatan ini menempatkan nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sebagai landasan utama dalam seluruh kegiatan belajar mengajar. Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025, KBC bertujuan untuk melembutkan hati peserta didik, mencegah praktik intoleransi, serta membentuk karakter siswa yang utuh dan beradab. Panca Cinta: Pondasi Karakter Siswa Dalam arahannya, Dr. Yun Yun Yunadi, Lc. menjelaskan bahwa program ini berpusat pada lima nilai utama yang disebut sebagai Panca Cinta: Landasan Filosofi dan Nilai Dasar Implementasi KBC di MAK UI berpijak pada tiga filosofi utama: Pendidikan sebagai Proses Internalisasi Nilai, Humanisasi (Humanizing Education), serta Agama sebagai Etika Cinta. Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat enam nilai dasar yang diintegrasikan dalam KBC, dengan “Cinta” sebagai landasan utamanya: Melalui sosialisasi ini, MAK Unggulan Informatika berkomitmen untuk segera mengimplementasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum operasional madrasah. Diharapkan, dengan penerapan KBC, seluruh sivitas akademika MAK UI dapat menciptakan ekosistem madrasah yang harmonis, toleran, dan penuh kasih, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga matang secara spiritual dan sosial.
HUT Ke-499 Kota Jakarta: DPRD DKI Berikan Penghargaan Khusus bagi Pelajar Madrasah Berprestasi

Jakarta – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta yang ke-499, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta memberikan apresiasi khusus bagi putra-putri terbaik di lingkungan pendidikan madrasah. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan prestasi luar biasa yang telah diraih oleh para pelajar madrasah di ibu kota. Pemberian penghargaan ini dilakukan dalam momentum Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/6). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, didampingi oleh para Wakil Ketua, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, Wibi Andrino, dan Basri Baco. Dalam pembukaannya, Suhud mewakili seluruh jajaran anggota DPRD DKI Jakarta menyampaikan ucapan selamat hari jadi kepada seluruh warga Jakarta. Hadir dalam rapat tersebut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Rano membacakan pidato Gubernur yang menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. “Di usianya yang ke-499 tahun, Jakarta terus mengakselerasi langkah menjadi kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan, serta menyejahterakan seluruh warganya. Visi ini ditetapkan untuk membawa Jakarta masuk dalam jajaran 50 besar kota global dunia pada 2030,” ujar Wagub Rano membacakan pidato. Selain membahas pembangunan infrastruktur kota, Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan komitmen kuat di bidang pendidikan. Sepanjang tahun 2026, pemerintah telah menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I kepada lebih dari 707 ribu peserta didik dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada lebih dari 15 ribu mahasiswa. Selain itu, program Sekolah Swasta Gratis kini telah mencakup 103 sekolah, disertai dengan program pemutihan ijazah dan pengembangan beasiswa unggulan daerah. Sebagai bentuk apresiasi nyata, DPRD DKI Jakarta mengeluarkan Keputusan DPRD Provinsi DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pemberian Penghargaan kepada atlet dan pelajar berprestasi dalam rangka HUT ke-499 Kota Jakarta. Salah satu sosok yang menerima penghargaan tersebut adalah Agha Afdal, putra dari pasangan Bapak Sumarno dan Ibu Ike Irestanti. Siswa dari Madrasah Aliyah Kejuruan Unggulan Informatika ini berhasil mencuri perhatian berkat prestasinya meraih medali emas pada kejuaraan Taekwondo Mendagri Cup Tingkat Nasional Tahun 2025. Pemberian penghargaan ini ditegaskan bukan sekadar seremoni belaka, melainkan wujud nyata dukungan pemerintah dan legislatif terhadap kualitas pendidikan berbasis agama yang mampu berdaya saing tinggi. Keberhasilan Agha Afdal dan pelajar berprestasi lainnya menjadi bukti bahwa madrasah di Jakarta mampu mencetak generasi unggul yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan karakter yang kuat. Melalui capaian ini, para siswa diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi rekan-rekan pelajar lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Jakarta di masa depan.
